1. Jurnal [Kembali]

MODUL 3 : Hukum Ohm Dan Mesh

 

1.     Hukum Ohm

 

R terbaca

V

I

R perhitungan

560

4,98 V

0,008 A

0,0088 A

1000

4,98 V

0,0041 A

0,0049 A

1200

4,98 V

0,004 A

0,0041


2. Analisa Mesh 

 

Resistor

Resistansi

Tegangan

Terukur(V)

Arus (mA)

I=V/R

Arus Mesh (mA) 

Terbaca 

Terukur

Ra

1000 Ω

980 Ω

6,28 V

0,0064 A

IRa=I total

0,0069 A

Rb

1000 Ω

982 Ω

1,98 V

0,0020 A

IRb = Ia

0,0019 A

Rc

1000 Ω

983 Ω

0,66 V

0,00067 A

IRc = Ib

0,00063 A

Rd

1000 Ω

982 Ω

5,28 V

0,0053 A

IRd = Ic = I1-I2

0,005 A

Re

1000 Ω

981 Ω

1,31 V

0,0013 A

IRe = Id = I2-I3

0,00127 A

Rf

1000 Ω

976 Ω

0,66 V

0,0068 A

IRf = Ie = I3

0,00063 A

Rg

1000 Ω

977 Ω

1,96 V

0,002 A

IRg = If = I2

0,0019 A

2. Prinsip Kerja [Kembali]

Prosedur Percobaan

1. Hukum Ohm

a. Buatlah rangkaian seperti gambar di bawah

Gambar 3.4

b. Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi

c. ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal percobaan.


2. Hukum Kirchoff

a. Buatlah rangkaian seperti gambar rangkaian di bawah

Gambar 3.5

b. Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi

c. Ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal percobaan.


3. Voltage & Current Divider

a. Buatlah rangkaian seperti gambar rangkaian di bawah

Gambar 3.6

b. Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi

c. Ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal percobaan.


4. Teorema Mesh

a. Buatlah rangkaian seperti gambar rangkaian di bawah

Gambar 3.7

b. Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi

c. ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal percobaan.


5. Nodal

a. Buatlah rangkaian seperti gambar rangkaian di bawah

Gambar 3.8

b. Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi

c. ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal percobaan.


6. Teorema Thevenin

a. Buatlah rangkaian seperti gambar rangkaian di bawah

Gambar 3.9

Gambar 3.10

b. Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi

c. ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal percobaan.

3. Video Percobaan [Kembali]

1. Percobaan Mengenai Hukum Ohm


2. Percobaan Mengenai Teorema Mesh


4. Analisa[Kembali]

1. Bandingkan nilai resistansi terbaca dan hasil perhitungan!

Nilai resistansi yang terbaca pada multimeter umumnya mendekati nilai resistansi hasil perhitungan menggunakan persamaan Hukum Ohm. Perbedaan kecil dapat terjadi karena toleransi resistor, ketelitian alat ukur, dan kondisi rangkaian saat pengukuran. Jika selisihnya kecil, maka hasil percobaan dianggap sesuai dengan teori.

2. Apa saja faktor yang menyebabkan kesalahan pengukuran pada percobaan Hukum Ohm?

Beberapa faktor yang menyebabkan kesalahan pengukuran antara lain:

  • Toleransi resistor yang menyebabkan nilai resistor tidak tepat sama dengan nilai nominal.
  • Ketelitian dan kalibrasi alat ukur yang kurang baik.
  • Sambungan kabel atau kontak rangkaian yang kurang sempurna.
  • Pengaruh suhu, karena resistansi dapat berubah saat resistor panas.
  • Kesalahan pembacaan alat ukur oleh praktikan.
  • Tegangan sumber yang tidak stabil.

3. Jika nilai resistansi diperbesar sedangkan tegangan tetap, bagaimana pengaruhnya terhadap arus? Apakah sesuai dengan teori Hukum Ohm?

Jika nilai resistansi diperbesar sementara tegangan tetap, maka arus akan mengecil. Hal ini sesuai dengan teori Hukum Ohm, yaitu arus berbanding terbalik dengan resistansi.

I = V/R

Semakin besar nilai resistansi, semakin kecil arus yang mengalir pada rangkaian.

4. Bandingkan nilai arus hasil perhitungan metode mesh dengan hasil pengukuran. Apakah terdapat perbedaan? Jelaskan.

Nilai arus hasil perhitungan metode mesh biasanya hampir sama dengan hasil pengukuran langsung pada rangkaian. Namun, dapat terdapat sedikit perbedaan akibat toleransi komponen, hambatan internal alat ukur, kesalahan pembacaan, dan kondisi nyata rangkaian yang tidak ideal. Jika selisihnya kecil, maka hasil perhitungan dianggap sesuai dengan pengukuran.

5. Apa keuntungan menggunakan metode mesh dibandingkan metode analisis biasa pada rangkaian kompleks?

Keuntungan metode mesh yaitu:

  • Mempermudah analisis rangkaian yang memiliki banyak loop.
  • Mengurangi jumlah persamaan yang harus diselesaikan.
  • Perhitungan menjadi lebih sistematis dan teratur.
  • Lebih cepat digunakan pada rangkaian tertutup yang kompleks.
  • Memudahkan menentukan arus pada setiap loop rangkaian.

6. Mengapa pada resistor yang berada di antara dua mesh, arusnya merupakan selisih dua arus mesh?

Karena resistor tersebut dilewati oleh dua arus mesh yang arahnya saling berlawanan. Oleh sebab itu, arus sebenarnya yang mengalir pada resistor merupakan selisih dari kedua arus mesh tersebut.

Jika arah arus kedua mesh berbeda, maka arus pada resistor diperoleh dengan mengurangkan kedua arus mesh tersebut.


5. Download File[Kembali]

Scan Laporan Tulis Tangan [klik disini]

Percobaan Mengenai Hukum Ohm [klik disini]

Percobaan Mengenai Teorema Mesh [klik disini]


Komentar

Postingan populer dari blog ini